google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

CARA MENGGUNAKAN CILYNDER BOURGAUGE ( Dial Gauge)

 
DIAL GAUGE
Gbr. Dial Gauge secara keseluruhan
 
 
DIAL GAUGE 2
Gbr. Bagian-bagiannya
Cilynder atau Dial gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur keausan, keovalan dan ketirusan lubang silinder,
I. Kita ukur diameter diameter dalam cylinder dengan menggunakan jangka sorong
II. Lihat angka dibelakang koma ,angka pengukuran .Apakah lebih besar dari 0,50 mm atau lebih kecil dari 0,50 mm
Contoh: -Hasil pengukuran 52,30 mm(<0,50 mm)
Replacement rod =50 mm
Replacement washer =2 mm
-Hasil pengukuran 52,70 mm(>0,50 mm)
Replacement rod =50 mm
Replacement washer =3 mm
III. Apabila hasil yang diambil misalkan 53 mm,maka kita sheting mikrometer ke 53,00 mm dan cylinder bourgauge kita nol kan .
IV. Masukan cilynder bore gauge pada engine cylinder dengan kita gerkan secara diagonal dengan tiga posisi.Dan kita lihat angka terbesar pada dial gauge .Misalkan 0,04 mm ,maka 53,00 mm-0,04 mm=52,96 mm.
Catatan :apabila hasil pengukuran cylinder blok sudah melewati angka “nol” kalibrasi ,berarti dikurang .Dan apabila belum melewati berarti ditambah .Ini semua bisa dilihat pada koma ,apabila koma lebih kecil dari 0,50 mm maka ditambah .Dan apabila koma lebih besar dari 0,50 mm,maka dikurang.
 
 
dial gauge 3
Gbr Cara penggunaanya
Dalam menggunakannya, cilinder gauge harus dalam keadaan lurus ( membenruk sudut 90o ). Gerakan kekanan dan ke kiri dan baca hasil pada jarum penunjuk yang maksimal bergerak.
 
Selamat belajar.
























MENGHITUNG LAMDA PADA AIR FUEL RATIO

LAMDA (λ)
Air Fuel Ratio ( Perbandingan Udara dan Bahan bakar)
exhaust analizer
Lamda (λ) ialah suatu perbandingan antara air fuel ratio yang sedang terjadi dibandingkan dengan air fuel ratio standart(10:1).
λ= A/F Actual Mesin =1(Hasil) @ Actual/ kenyataan/ sedang terjadi
A/F Standart (10:1) @ Suhu kamar / 20oC
@ Air Fuel Ratio (perbandingan udara dan bahan bakar)
 
Secara teori Air Fuel ratio standart ialah 10:1,contoh :
1. λ= 10:1 (actual) = 1(Hasil)
10:1(standart)
Mengapa kita tahu A/f yang terjadi pada engine adalah 10:1 , karena dengan hasil lamdanya ialah 1.
 
2. λ= 5:1(actual) = 0,5 (hasil)
10:1(Standart)
Dari hasil contoh no 2 ,dapat kita simpulkan bahwa terjadi campuran gemuk secara actual juga kita dapat simpulkan bahwa HC(Hidro Carbon)semakin bertambah dari standart.
 
3. λ= 15:1(Actual) = 1,5 (Hasil)
10:1(Standart)
Dari hasil contoh no 3 ,dapat kita simpulkan bahwa terjadi campuran kurus secara actual juga kita dapat simpulkan bahwa terjadi penurunan HC(Hidro Carbon ) dari ukuran standart .
 
EMISION CONTROL
A. CO(Carbon Monoksida) : CO dihasilkan karena terjadi pembakaran yang tidak sempurna yang diakibatkan kekurangan O₂(oksigen),ukuran standart(0,5-1,5%).Hasil CO yang berlebihan akan menimbulkan racun dan mengakibatkan bahaya yang besar bagi mahkluk hidup di bumi .
B. HC(Hidro Carbon) :HC dahasilkan dari uap bahan bakar yang mana terjadi didalam pembakaran karena tidak terjadi pembakaran bahan yang sempuran sehingga menghasilkan bahan bakar mentah ,ukuran maksimal(300ppm/part per milion).HC yang berlebihan juga akan menimbulkan racun yang berbaya bagi kehidupan kita .
C. CO₂(Carbon Dioksida ) :CO₂ dihasilkan dari pembakaran yang sempurna yang mana gas ini tidak menimbulkan racun dan tidak berbaya bagi kehidupan kita .
D. O₂(Oksigen ) :Dalam pengukuran Emision Control ,O₂ bukanlah suatu gas yang dihasilkan dari hasil pembakaran ,melainkan O₂ adalah gas yang membantu dalam pembakaran .
E. NoX(Nitrogen Oksigen) :NoX dihasilkan dari campuran Nitrogen dan Oksigen yang terbakar pada suhu 800⁰ C.