google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Cara Kerja Siklus Pembakaran Pada Mesin Diesel ( Solar )

1. Perbandingan Kompresi Dan Temperatur

Udara dalam silinder dikompresikan oleh adanya gerakan naik turun piston yang menyebabkan temperatur meningkat. Grafik di atas memperlihatkan hubungan antara perbandingan kompresi, tekanan kompresi dan temperatur dengan ketentuan tidak terdapat kebocoran udara antara piston dan silinder serta tidak ada panas yang hilang. Sebagai contoh, apabila perbandingan kompresi 16, maka tekanan kompresi dan temperatur kompresi adalah 50 kg/cm2 dan 560 derajat celcius.

Perbandingan kompresi dan temperatur
Pada mesin diesel banyaknya udara yang masuk ke dalam silinder pengaruhnya besar terhadap terjadinya pembakaran (self ignition) yang dapat menentukan output tenaga. Efisiensi pengisapan adalah suatu hal yang penting.

2. Proses pembakaran Mesin Diesel


Proses pembakaran mesin diesel
Dengan tertundanya proses pembakaran melalui perambatan api ini sebagai phase persiapan untuk phase pembakaran langsung. Selain itu, tekanan yang terjadi selama phase perambatan api harus dipertahankan ke efisiensi maximum, phase pembakaran langsung ini adalah ciri khas mesin diesel.

Proses pembakaran mesin diesel dibagi menjadi 4 tahap yaitu :

1. Saat pembakran tertunda (ignition delay) = A-B
Tahap ini adalah persiapan pembakaran dimana partikel-partikel yang sempurna dari bahan bakar yang diinjeksikan bercampur dengan udara didalam silinder untuk membentuk menjadi campuran yang mudah terbakar. Peningkaran tekanan secara konstan terjadi sesuai dengan sudut poros engkol.

2. Saat perambatan api (Flame propagation) = B-C
Dengan berakhirnya phase pertama, campuran yang mudah terbakar telah dibentuk dalam bermacam-macam bagian dalam silinder, dengan awal pembakaran dalam beberapa tempat. Api ini akan merambat pada kecepatan yang sangat tinggi sehingga campuran terbakar secara explosive (letupan) dan menyebabkan tekanan dalam silinder naik dengan cepat. Saat ini disebut phase pebakaran explosive (letupan).

3. Saat pembakaran langsung (Direct Combustion) = C-D
Pembakaran langsung dari bahan bakar yang sedang diinjeksikan dalam suatu tempat selama phase ini sesuai dengan terbakarnya bahan bakar dengan adanya api dalam silinder. Pembakaran dapat dikontrol oleh jumlah bahan bakar yang diinjeksikan pada phase ini, dan ini disebut sebagai pengontrolan priode pembakaran.

4. Saat pembakaran lanjut (After Burning) = D-E
Akhir penginjeksian pada titik D, tetapi sebagian bahan bakar masih ada dalam ruang bakar untuk dibakar secara kontinyu. Apabila phase ini terlalu panjang, maka suhu gas buang akan naik yang menyebabkan efisiensi menurun.

Jenis Lampu - Lampu Pada Mobil Dan Cara Pengoperasiannya


Sistem penerangan pada kendaraan sangatlah penting. Karena dengan adanya sistem penerangan yang ada, para pengendara akan merasa nyaman. Selain bermanfaat bagi para pengemudi, juga bermanfaat bagi para pengendara lainnya yang berada di sekitar kendaraan kita.

Sebagai seorang pengemudi yang baik, tentunya kita harus mengetahui kapan dan dimana lampu-lampu pada kendaraan dinyalakan. Jangan sampai kita sembarangan dan tidak taat aturan dalam menghidup matikan lampu-lampu pada kendaraan yang sedang kita kendarai. Karena jika salah akan berakibat fatal terhadap kendaraan kita dan orang kendaraan lain yang ada disekitar.

Swith Dimmer

Oleh karena itu kita harus mengetahui bagaimana cara pengoperasian dan kapan lampu itu di hidup matikan sesuai dengan etika berkendara yang baik.

Baiklah, berikut ini beberapa lampu-lampu yang ada dikendaraan yang perlu anda ketahui, yaitu :

1. Lampu Kepala

Lampu kepala dan Lampu Kota

Lampu kepala berfungsi sebagai lampu utama penerangan pada bagian depan mobil. Karena fungsinya yang sangat penting, lampu ini harus dihidup matikan sesuai dengan keadaan jalan. Terutama pada kondisi berkabut pada siang hari atau pada malam hari.  Pada lampu kepala ada 3 sistem kerja yang harus kita ketahui yaitu :

a. Lampu Jarak Dekat
Lampu jarak dekat digunakan untuk kondisi-kondisi normal pengendaraan. Adapun jarak lampu dekat yaitu sekitar 40 M. Cara pengopreasiannya yaitu dengan memutar 2 klikan swit dimer yang berada di cabin didekat roda pengemudi.

b. Lampu jarak jauh
Lampu jarak jauh digunakan pada kondis-kondisi jalan yang tanpa penerangan atau berkabut tebal. Selain sebagai penanda bagi pengendara lain akan kendaraan kita, juga sebagai jarak pandang bagi para pengemudi. Adapun jarak lampu  jauh yaitu sekitar 100 Meter. Cara pengoperasiannya yaitu dengan mendorong kedepan switch dimmer.

c. Lampu tembak ( Flash )
Lampu tembak atau lampu flash merupakan lampu jarak jauh, dimana pada posisi ini kedua lampu (lampu dekat dan jauh) sama-sama hidup. fungsi lampu ini digunakan pada kondisi-kondisi insidental, seperti ketika akan menyalip kendaraan dan juga kode-kode tertentu.

2. Lampu Kota 

Lampu kota merupakan lampu kecil yang berada dalam satu rumah dengan lampu kepala. Selain letaknya di depan, lampu kota juga ada dilampu belakang bersatu dengan lampu rem ( 1 bola lampu / 2 filamen).  Lampu ini dihidupkan ketika kondisi jalan tidak terlalu gelap ataupun terang. Lebih seringnya dihidupkan pada kondisi sore hari. Pengoperasiannya yaitu dengan cara memutar 1 klikkan switch dimmer.

3. Lampu Belok 
Lampu belok sebagai penanda bagi para pengendara lain bahwa kendaraan yang kita kemudikan
akan berbelok ke kanan ataupun ke kiri. Cara pengoperasiannya yaitu dengan cara menekan kebawah ataupun keatas sesuai dengan arah belok kendraan. Swith akan kembali ke posisi normal tanpa harus kita tekan, tetapi akan kembali seperti semula jika posisi roda kemudi lurus ( berada pada jalan yang lurus).

Selain itu, lampu belok juga bisa berfungsi sebagai lampu Hazard. Lampu hazard adalah dimana kondisi lampu belok kanan dan lampu belok kiri hidup berbarengan. Lampu hazard digunakan pada saat kendaraan-kendaraan pada posisi darurat, parkir dipinggir jalan, pawai dan juga pada jalan lurus di persimpangan empat.  Pengoperasian lampu hazard dengan menekan tombol lampu hazard yang ada tanda segitiganya.

Swith lampu hazard
4. Lampu Cabin ( ruangan )
Lampu kabin sering juga disebut sebagai dome light, letaknya yang didalam ruangan, lampu ini membatu para penumpang yang membutuhkan penerangan di saat-saat tertentu. Pengoperasian lampu ini juga harus sesuai dengan etika berkemudi yang baik.

Switch Lampu Cabin


a. Pada saat perjalan malam, usahakan lampu kabin dalam kondisi OFF, mengapa demikian ? karena jika dalam posisi ON, pengemudi akan terkurang konsentrasinya karena cahaya lampu didalam ruangan yang lebih terang dibanding cahaya yang berada di luar kendaraan.

b. Gunakanlah mode "DOOR", dengan memposisikan swith pada posisi Door, maka kita dapat mengetahui posisi pintu bagian mana yang kurang ketat. Karena pada posisi DOOR, jika ada pintu yang tidak terkunci dengan baik, lampu akan hidup yang menandakan ada salah satu pintu yang kurang ketat.

Mode :
OFF     -- Pada posisi ini lampu akan mati, baik dalam kondisi pintu terbuka ataupun tertutup
ON       -- Pada posisi ini lampu akan hidup, baik dalam kondisi pintu terbuka dan tertutup
DOOR -- Pada posisi ini lampu akan hidup jika pintu terbuka, dan lampu mati jika pintu tertutup

5. Lampu Mundur 

Lampu mundur berada pada bagian belakang mobil. Kita ketahui bersama, pada lampu belakang ada 3 warna lampu yang berbeda yaitu Merah, kuning dan putih. Warna merah yaitu lampu kota yang bersatu dengan lampu rem. Warna kuning yaitu lampu belok beserta lampu hazard. Dan warna putih yaitu warna lampu mundur. Jadi jika anda berada dibelakang mobil yang lampu putihnya hidup, maka kendaraan tersebut akan mundur. Pengoperasian lampu mundur secara otomatis akan hidup jika posisi transmisi pada posisi R ( mundur ).