google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Mengapa Komponen Assesoris Mati Saat Mobil Di Stater ?

Mungkin selama ini kita tidak -pernah menyadari mengapa komponen assesoris mati saat mobil di stater. Adapun komponen-komponen assesoris pada mobil seperti audio, dinamo kaca mobil atau komponen-komponen lain yang bisa hidup saat posisi kunci kontak pada posisi ACC ( dibaca Accecoris ).

Perlu kita ketahui bersama bahwa tujuan dari dimatikannya komponen-komponen assesoris saat mesin sedang di stater yaitu agar arus yang berasal dari baterai tidak dipakai oleh komponen lain kecuali semuanya akan terpakai untuk memutar motor stater. Karena pada saat itu, stater membutuhkan arus yang besar dengan kisaran 8 Ampere untuk tenaga pemutaran awal.

Sedangkan pada kunci kontak ( ignition swtich ) sudah dirancang sedemikian rupa dimana pada saat kunci kontak posisi Stater, maka komponen mobil yang membutuhkan arus dari tegangan ACC akan terputus seketika dan hidup kembali ketika posisi kunci kontak pada posisi IG (ignition).

Berikut ini merupakan mekanisme pemutus dan penghubung yang ada di kunci kontak pada kendaraan ;


diagram hubungan pada kunci kontak
Diagram hubungan terminal pada kunci kontak

Keterangan Gambar :
Off      : Mati
+ B     : Tegangan Positif (+) batrai
ACC   : Accecoris
IG       : Igniton (On)
ST       : Stater


Dari gambar diagram hubungan terminal pada kunci kontak diatas dapat kita pelajari bahwa :

1. Pada posisi OFF  tidak ada terminal yang berbungan dengan + B, dengan demikian pada posisi ini semua komponen mati.

2. Pada posisi ACC, dimana terminal ACC berhubungan dengan terminal +B, akibatnya semua komponen yang termasuk dalam ACC akan bisa dihidupkan.

3. Pada posisi IG, pada posisi ini terminal yang berhubungan yaitu terminal +B berhubungan dengan terminal ACC dan IG. Artinya, apabila kunci kontak dalam posisi IG, maka komponen-komponen yang termasuk dalam ACC dan IG akan bisa dihidupkan.

4. Dan yang terakhir pada posisi ST, yang mana pada posisi ini terminal +B berhubungan dengan terminal IG dan ST. Sehingga komponen-komponen yang berhubungan terminal IG akan hidup pada saat mesin di stater, namun tidak demikian dengan komponen-komponen yang berhubungan dengan terminal ACC. Mereka akan mati ketika kunci kontak dalam posisi ST.




Pengalaman Perlombaan Sheel Eco Marathon Tingkat Asia



Kalau kata orang hidup harus harus penuh perjuangan. kata saya berbeda, Hidup memang penuh perlombaan. Sejak  2008 sampai 2014 atau lebih detailnya sejak duduk di bangku SMK kelas XI sampai lulus kuliah, hampir setiap tahunnya saya tidak pernah absen ikut  perlombaan di bidang otomotif. Dari tingkat kabupaten sampai tingkat Benua Asia, dari SMK sampai dapat beasiswa Kuliah ke Jawa.

Bermodalkan semangat dan impian, hampir semuanya sudah tercapai. Dan klimaksnya ketika bisa menjadi bagian dari perwakilan-perwakilan Mahasiswa Indonesia yang bertarung keterampilan di tingkat Asia. Tepatnya di tahun 2013, dimana tim kami dinyatakan lolos untuk mengikuti ajang perlombaan rancang bangun kendaraan hemat energi tingkat asia yang bernama Shell Eco Marathon. Tidak banyak orang yang mengenal kompetisi ini, namun dikalangan mahasiswa mesin (khususnya) se Indoensia, ini menjadi ajang pembuktian kalau kamu itu orang yang layak disebut i'am mechanical engginer.

Setelah dinyatakan lolos, tim kami pun dengan penuh semangat membuat rancang bangun mobil berbekal pengetahuan di perkuliahan dan pegalaman di masing-masing bidang. Ini menjadi tantangan terberat, walau sebelumnya tim kami pernah menjadi juara 3 nasioanl Indonesian Energy marathon Challenges di ITS surabaya.

Selain membutuhkan tingkat pengetahuan yang tinggi, kami juga uang banyak untuk menyokong pembuatan mobil, pengiriman mobil dan biaya-biaya yang tidak terduga yang hampir mencapai nilai 100 juta rupiah. Uang semua itu lho..

Tim yang terdiri dari 8 orang dari dua jurusan yang berbeda akhirnya dengan dengan bersusah payah bisa menyelesaikan pembuatan mobil jenis prototype gasoline engine yang kami berinama mobil cimahi 3. Dimana pada generasi 1 dan 2 sudah pernah ikut perlombaan di tingkat Nasional.

Pembuatan mobil kami lakukan disela-sela waktu kosong kuliah, baik siang dan lebih banyak pada malam hari. Sampai kami pun membuat tempat istirahat khusus di workshop sebagai tempat istirahat karena malas pulang ke kos.

Setelah mobil sudah selesai dibuat, akhirnya mobil pun dikirim ke negara tujuan perlombaan di adakan. Waktu itu di Filipine, biaya ongkos mobil yang dikenakan oleh pihak shipping pun lumayan membuat kami gigit jari. Nilainya mencapai 45 juta rupiah. Bayangin aja, cuman ngirim mobil pulang pergi segitu gedenya.

Yang paling susah untuk dilupakan sampai sekarang adalah ketika uang kami tidak mencukupi untuk membeli tiket PP Indonesia - Filipine untuk 7 orang. Dengan uang 35 juta, kami harus bisa berangkat 7 orang. Tidak habis akal, akhirnya saya dan seorang teman memburu tiket pesawat paling murah ke Soekarno Hatta. Demi memburu tiket

Tergeletak lemah tak berdaya di bandara manila


paling murah dari maskapai yang tersedia, kami pun bermalam di bandara Soeta seperti tuna wisma. Setelah mencari informasi akhirnya kami pun mendapatkan tiket pesawat paling murah dikelas yang paling rendah, gk perlu nyaman yang penting sampai tujuan.

Akhirnya sampai juga di filipine, dengan suasana yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia dan banyak juga makanan Indoensia yang masuk kesana. Namun, bedanya mereka sangat fasih berhasa Inggris, bahkan tukang becak sekalipun.

Hari pertandingan pun dimulai, setelah dimulai dengan techincal meeting, akhirnya kami diperbolehkan masuk ke paddock untuk mengambil mobil yang masih berada didalam peti kayu. Setelah petinya terbuka, kami pun bergegas memperbaiki komponen-komponen yang belum terpasang dan menyeting untuk siap-siap running test.

Sedang perbaikan di paddock

Setelah melakukan beberapa pengujian oleh tim juri, berupa uji rem pada tanjakan, benturan, sudut belok dan lain-lain, akhirnya kami dinyatakan layak untuk turun sirkuit bertanding dengan mobil-mobil rancangan mahasiswa dari seluruh asia.

Setelah hampir 2 hari pertandingan, ternyata masih ada juga salah satu tim dari India yang belum lolos uji. Akhirnya dengan senang kami pun coba membantu  mereka yang kebetulan paddocknya saling berhadapan dengan kami. Dan merekapun akhirnya lolos uji kelayakan.

Tim yang kami bantu dari India


Setelah hasil pertandingan selesai, hasil pun didapat. Dan kami p tidak terlalu kecewa dengan peringkat yang kami dapat diperingkat 19 dari 45 pada kelas gasoline prototype.

Pertandingan pun selesai, dan selamat berpisah dengan teman-teman yang lain. Kesempatan perpisahan inipun tidak di sia-siakan dengan salah satu teman saya. Jadi ceritanya dia bertukar mata uang dengan negara-negara tetangga yang nilai nominalnya jauh diatas rupiah. Seperti malaysia, singapura. Dab ternyata dia dapat banyak uang, untung banyak kan.,. hahaha

Dah lah ya,.. mungkin itu sedikit pengalaman pribadi dari saya. kamu pasti juga pernah punya pegalaman yang istimewa juga kan..

Cara Kerja Sistem Pengapian ( Ignition Coil ) Pada Mobil

Sistem pengapian digunakan untuk mengatur pembakaran campuran udara dan bahan bakar yang ada pada ruang bakar. Namun, sistem pengapian ini hanya digunakan oleh jenis mesin bensin saja, sedangkan pada mesin diesel tidak. Karena pada mesin diesel terjadi Self Igniton (pembakaran sendiri).

Sistem pengapian terdiri dari beberapa komponen yang saling mendukung dalam mengatur waktu terjadinya letikan bunga api pada busi. Oleh karenanya, untuk memudahkan kita dalam mempelajari sistem pengapian, maka kita harus tahu setiap cara kerja komponen-komponennya.

1. Rangkaian Sistem Pengapian 
rangkaian sistem pengapian
Rangkaian Sistem Pengapian


Pada gambar  rangakaian  diatas ialah jenis rangkaian coil yang menggunakan external  resistor yang mana tegangan  masuk ke dalam kumparan primer tegangannya juga di bypass melalui stater. Hal ini berfungsi sebagai penambah tegangan pada saat pemutara awal engine yang mana tegangan drop digunakan untuk memutarkan motor stater.

Dalam rangkaian disamping yang benar ialah rangkain yang dari ST di beri dioda yang berfungsi mencegah motor stater berputar pada saat IG, rangkain juga bisa dari ST 1 atau ST 2.   Adapun fungsi dari resistor itu sendiri ialah untuk mengurangi penurunan tegangan pada kumparan skunder pada kecepatan tinggi dan  juga untuk menstabilkan arus yang masuk pada kumparan primer pada kecepatan tinggi  . 

Mengapa demikian ? Karena kecepatan mesin akan mempengaruhi waktu pembukaan dan penutupan platina yang mana dengan rpm mesin yang bertambah maka semuanya terjadi sangat singkat dibandingkan pada saat idle .Pada kenyataannya coil akan mengeluarakan teganagn yang besar apabila penutupan platina lama.Sedangkan yang kita ketahui bahwa apabila rpm mesin naik maka pembukaan dan penutupan platina semakin cepat .mak untuk mengurangi penurunan tegangan pada koil dibutuhkanlah resistor tersebut .                      


2. Karakteristik Arus Koil Dengan dan Tanpa Resistor

Coil dengan resitor dan tanpa resistor
Karakteristik Koil Dengan dan Tanpa Resistor
Gambar diatas ialah perbedaan antara coil dilengkapi  resistor dengan coil tanpa resisitor. Pada sekarang ini coil didesain ada yang dilengkapi resistor dan coil tanpa resistor. Dapat kita simpulkan bahwa coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil di bandingkan yang tidak menggunakan resistor.

Pada coil tanpa resistor mempunyai tahan yang besar sehingga membutuhkan waktu lama agar arus yang masuk ke gulungan primer dapat mencukupi terjadinya medan magnet. Sedangkan coil yang dilengkapi resistor mempunyai tahanan yang lebih kecil sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mencukupi terjadinya kemagnetan pada kumparan primer. Dan pada diagram juga dapat kita baca bahwa perbandingan antara waktu (t) dan arus yang mana keduanya bertujuan untuk menimbulkan arus yang besar dan dengan waktu yang singkat. Jadi apabila kita lihat gambar diatas ialah coil yang dilengkapi resistor membutuhkan waktu yang cepat untuk menghasilkan arus yang besar sedangkan coil tanpa resistor membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan arus yang besar.


3. Kecepatan Mesin dan Tegangan Primary Coil 
kecepatan mesin dan tegangan primary coil
Kecepatan mesin dan tegangan primary coil
Keterangan gambar diatas ialah perbandingan antara lamanya penutupan palatina dengan waktu yang dibutuhkan dengan arus yang dihasilkan pada coil dilengkapi dengan resisto, coil tanpa resistor dan coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak dipasang(cabut).
Kecepatan rendah:
a. Coil dengan resistor : Kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang tinggi pada kondis inormal .
b. Coil tanpa resistor: Coil tanpa resistor pada kecepatan rendah akan menghasilkan arus yang sama dengan dengan coil yang di lengkapi dengan resistor .
c. Coil dilengkapi resistor tetapi resistornya tidak di pasang : Dibandingkan dari kedua resistor yang lain, kejadian yang terjadi pada coil ini ialah akan menghasilkan arus yang lebih tinggi dari   yang maksimal ,tetapi efek   negatip yang terjadi pada coil ini ialah  akan cepat panas yang mengakibatkan akan timbul tahan yang lebih besar yang berpengaru pada kondisi kerja mesin.(mogok).

Kecepatan tinggi:
a.Coil dilengkapi resistor :Pada kecepatan tinggi coil ini akan menghasilkan arus hampir maksimal di bandingkan dengan saat kecepatan rendah .
b.Coil tanpa resistor:Pada kecepatan tinggi ini coil ini hanya dapat menghasilkan arus  setengah dibandingkan pada saat kecepatan rendah.
c.Coil  dilengkapi resistor tetapi tidak di pasang: Pada kecepatan tinggi coil ini bisa menghasilkan arus yang maksimal tetapi juga perlu kita ingat bahwa panas yang ditimbulkannya akan menjadi tahanan bagi coil  tersebut sehingga juga kemungkinan coil itu tidak dapat menghasilkan mutual induksi yan besar.


Jenis-Jenis Kelistrikan Body Pada Kendaraan Mobil

Sebagai faktor pendukung pada kenyamanan dan keamanan berkendara, maka setiap kendaraan dilengkapi dengan  beberapa komponen kelistrikan body. Komponen - komponen ini bekerja sesuai dengan perintah / instruksi dari pengemudi. Selain itu, ada juga bebera komponen yang berfungsi sebagai indikator keja mesin. Yang mana  hal ini sangat penting untuk mengetahui kondisi mesin secara real.

Komponen-komponen kelistrikan body hampir semuanya menempel pada body kendaraan. Dan mungkin itu merupakan alasan mengapa komponen-komponen tersebut disebut sebagai komponen kelistrikan body.

Baiklah, sekarang kita coba akan mengenal dasar-dasar komponen kelistrikan mesin pada sebuah mobil.

1. Wire Harnes
Wire Harnes
Wire harnes merupakan gabuangan dari kabel-kabel dan komponen-komponen yang menghubungkan sumber tegangan dan beban. Bila kita lihat gambar diatas, ada begitu banyak kabel yang tertanam pada bodi kendaraan. Bahkan berat total wire harnes bisa mencapai 30 Kg. 

Wire harness dibagi menjadi kelompok-kelompok berikut yang memudahkan persambungan diantara komponen-komponen kelistrikan kendaraan:

    a. Kawat dan kabel
    b. Part-part persambungan
    c. Part-part pelindung sirkuit, dll. 


2. Switch Dan Relay
Switch dan relay
Switch dan relay membuka dan menutup sirkuit listrik yang berfungsi  menghidupkan dan mematikan lampu-lampu, dan juga untuk mengoperasikan sistem-sistem kontrol.

a. Switch
Beberapa switch dioperasikan secara manual, sementara yang lainnya beroperasi secara otomatis dengan merasakan adanya tekanan, tekanan oli, atau temperatur.

b. Relay
Relay memungkinkan fungsi ON/OFF dengan arus kecil sirkuit listrik yang membutuhkan arus besar. Saat relay digunakan, sirkuit-sirkuit yang membutuhkan arus yang besar dapat disederhanakan. 


3. Sistem Penerangan
Sistem penerangan
Sistem penerangan pada kendaraan berfungsi sebagai keamanan berkendara. Diaman pada sistem ini, lampu-lampu terpasang pada bagian depan, belakang dan dalam cabin ruangan. Selain sebagai keamanan berkendara, sistem penerangan juga berfungsi sebagai faktor kenyamanan dalam berkendra. 

Lampu besar mengarahkan sinarnya ke depan untuk memastikan jarak pandang pengemudi selama pengendaraan malam hari. Lampu-lampu tersebut dapat diganti untuk memberikan penyinaran jarak jauh (diarahkan ke atas) dan jarak dekat (diarahkan ke bawah). Lampu-lampu tersebut juga memberitahukan pengemudi kendaraan lain atau pejalan kaki akan kehadiran kendaraan Anda.

Beberapa model dilengkapi dengan lampu pengendaraan siang hari yang tetap menyala setiap saat untuk memberikan peringatan kepada kendaraan lain akan kehadiran kendaraan Anda. Pembersih lampu besar untuk membersihkan lensa-lensa lampu besar juga tersedia pada beberapa model.

4. Meter Kombinasi 
Meter kombinasi
Meter kombinasi dan pengukur terdiri dari meter-meter, pengukur, lampu peringatan, dan lampu indikator untuk menunjukkan informasi yang diperlukan oleh pengemudi untuk keamanan berkendara. 



5. Penghapus dan Pembasuh Kaca

Penghapus dan pembasuh kaca
Penghapus kaca memastikan pandangan pengemudi dengan cara menghapus air hujan atau kotoran dari kaca jendela depan atau belakang. Pembasuh kaca menyemprotkan cairan  pembasuh untuk menghilangkan kotoran atau oli yang tidak dapat dihapus hanya dengan penghapus kaca saja.

Fungsi-fungsi penghapus kaca
a. Fungsi kecepatan
    Mengganti kecepatan penghapus kaca antara HI dan LO.
b. Fungsi intermittent
    Mengoperasikan penghapus kaca pada kecepatan LO. Terdapat pula tipe dimana interval dapat           disetel dalam beberapa tahap.
c. Fungsi kabut
    Mengoperasikan penghapus kaca sekali saat switch sedang bekerja.
d. Fungsi parkir otomatis
    Meskipun penghapus kaca sedang beroperasi, akan tetapi bila memutar switch ke posisi  OFF,             maka penghapus kaca akan kembali ke posisi asalnya.
e. Fungsi persambungan pembasuh
    Secara otomatis mengoperasikan penghapus kaca saat switch pembasuh diputar ke posisi ON               untuk beberapa detik.  



6. Air Conditioning



Air Conditioning
AC mengatur temperatur interior kendaraan. Ia berfungsi sebagai alat penghilang kelembaban, sebagai tambahan bagi fungsi pengaturan temperatur pemanasan dan pendinginan.


AC juga membantu menghilangkan pembekuan, es, dan kondensasi dari permukaan interior dan eksterior kaca jendela. 

Jenis - Jenis Susunan Silinder Pada Motor Pembakaran Dalam

Mesin merupakan komponen utama sebagai dapur pacu yang menghasilkan tenaga untuk menggerakan mobil sesuai dengan keinginan pengemudinya. Oleh karena itu, mesin selalu menjadi indikator utama dalam menghasilkan tenaga pada kendaraan. Selaras dengan hal tersebut, rancangan-rancangan mesin yang dilakukan oleh para pabrikan menjadi salah satu ciri khas akan tenaga yang bisa dihasilkan oleh mesin tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, para pabrikan juga merangcang mesin-mesin yang ramah lingkungan yang menghasilkan gas buang tidak berbahaya bagi alam. Seperti kendaraan listrik, kendaraan hybrid dan fuel cell Hybrid.

Untuk mengetahui lebih mudah mengenai jenis-jenis tenaga penggerak pada mobil, klik jenis-jenis tenaga penggerak pada mobil

Walau sudah banyak mesin-mesin yang ramah lingkungan, mesin dengan pembakaran dalam masih menjadi pilihan utama dan menjadi primadona hingga saat ini. Alasannya karena efisiensi dan juga besarnya tenaga yang dihasilkan di banding dengan yang lain.  Adapun jenis - jenis susunan silinder pada motor pembakaran dalam diantaranya yaitu :

1. Tipe Segaris ( In Line )  



Silinder susunan jenis In Line


Jenis susunan silinder dengan type segaris merupakan jenis yang paling umum digunakan pada mesin-mesin mobil pada saat ini. Mesin dengan 2 silinder, 3 silinder dan yang paling maksimal yaitu 6 silinder. Rancangan silinder jenis ini akan memakan ruang yang panjang dan tinggi, sehingga kendaraan-kendaraan yang lebar dan lapang sangat cocok menggunakan mesin dengan susunan silinder jenis In Line. 


2. Jenis V
Susunan silinder jenis V
Jenis susunan silinder type V ini merupakan susunan silinder yang menyerupai huruf V jika dilihat dari bagian depan. Dimana setiap siilnder menjorok ke sisi samping kanan dan kiri. Jenis ini sebagai salah satu alternatif untuk menambah jenis silinder tetapi dengan mengurangi panjang mesin. Contohnya : Jika mesin jenis segaris ( In Line ) mempunyai jumlah silinder 6, maka jenis V akan lebih pendek, karena hanya terdiri dari 3 susunan silinder yang berhadapan.

3. Jenis Horizontal
Susunan silinder jenis Horizontal


Pada jenis susunan silinder Horizontal, silinder-silinder diatur dengan arah horisontal berlawanan, dengan poros engkol berada di tengah. Meskipun mesin menjadi lebih besar, tinggi keseluruhannya menjadi berkurang berkurang.

Jenis-jenis Tenaga Penggerak Pada Kendaraan Mobil



Mesin merupakan salah satu bagian terpenting pada kendaraan mobil. Yang mana mesin merupakan sebagai dapur pacu tenaga utama  untuk menggerakkan kenderaan sesuai dengan keinginan pengendaraan. Diawal-awal sejarahnya, mobil menggunakan mesin pembakaran dalam ( mesin bensin dan diesel), namun seiring dengan perkembangan zaman yang sudah modern saat ini, para pabrikan mobil berlomba-lomba merancang tenaga penggerak mobil yang ramah lingkungan, minim polusi  dan  dari sisi tenaga dapat menyerupai mesin dengan pembakaran dalam.

Adapun Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe tenaga penggerak sebagai berikut:

1. Kendaraan Mesin Bensin

1. Tangki Bahan Bakar   2. Mesin Bensin

Kendaraan tipe ini menggunakan bahan bakar bensin. Karena mesin bensin yang dapat menghasilkan tenaga yang tinggi dan hadir dalam bentuk kendaraan penumpang kecil, maka kendaraan tersebut banyak digunakan sebagai kendaraan penumpang.

Mesin serupa juga digunakan pada mesin CNG ( Compressed Natural Gas ), mesin LPG (Liquefied Petoleum Gas ) dan mesin alkohol, yang menggunakan tipe bahan bakar yang berbeda.

Untuk lebih mudah dalam mempelajari cara kerja mesin bensin, klik Cara Kerja Mesin Bensin 4 Langkah

2. Kendaraan Mesin Diesel
 1. Tangkin Bahan Bakar 2. Mesin Diesel
Kendaraan tipe ini menggunakan mesin berbahan bakar diesel. Karena mesin diesel menghasilkan momen yang besar dan menawarkan keekonomisan bahan bakar, maka mesin tersebut banyak digunakan pada truk dan kendaraan SUV (Sport Utilyti Vehicle ).

Mak atak heran, jenis mesin ini sangat banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan yang memang membutuhkan tenaga yang besar. Seperti bus, truck, alat berat dan lain-lain.

Untuk mempelajari lebih mudah cara kerja mesin diesel, klik Cara Kerja Motor Diesel 4 Tak

3. Kendaraan Hybrid
1. Mesin   2. Inventer   3. TransAxle    4. Conventer    5. Batrai

Kendaraan tipe ini dilengkapi dengan 2 tenaga penggerak yang memiliki tipe yang berbeda, yaitu mesin bensin dan motor listrik. Karena mesin bensin membangkitkan listrik (Charging System), kendaraan tipe ini tidak memerlukan sumber luar untuk mengisi ulang baterai.  Sistem penggerak roda menggunakan tegangan 270V, dan tegangan  listrik 12V.

Sebagai contoh: Diawal start, kendaraan tersebut menggunakan motor listrik yang menghasilkan tenaga tinggi meskipun kecepatannya rendah. Saat kecepatan kendaraan naik, maka akan  digantikan dengan mengoperasikan mesin bensin yang lebih efisien sifatnya pada kecepatan yang lebih tinggi. Dengan cara menggunakan sebaik-baiknya ke dua tipe tenaga penggerak ini, maka gas buang dapat dikurangi dan bahan bakar dapat lebih ekonomis.


4. Kendaraan Listrik

1. Unit Control Tenaga   2. Motor Listrik   3. Baterai
Kendaraan ini menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikan motor listrik. Tidak seperti bahan bakar, baterai memerlukan pengisian ulang. Kendaraan tersebut menawarkan banyak manfaat, termasuk tidak adanya gas buang dan suara yang rendah selama pengoperasian. Sistem penggerak rodanya menggunakan tegangan 290V, sedangkan tegangan  listrik 12V.


5.  Kendaraan Fuell Cell Hybrid

                 1. Unit kontrol tenaga   2. Motor Listrik  3. Kumpulan Cell bahan Bakar  4. System penyimpanan Hidrogen                           5. Batrai Cadangan
Fuel cell hybrid vehicle (FCHV)
Kendaraan listrik ini menggunakan energi listrik yang diciptakan saat bahan bakar hidrogen bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk air. Karena hanya mengeluarkan air, maka kendaraan ini dianggap sebagai kendaraan dengan tingkat polusi yang paling rendah, dan diperkirakan akan menjadi tenaga penggerak bagi generasi di masa datang.

Diagram diatas  menunjukkan sistem Toyota berbahan bakar cell hybrid.


Video Pembelajaran Menganai Sistem Karburator


Video pembelajaran menganai sistem kerja karburator. Sangat cocok sebagai bahan ajar bagi para siswa/siswi SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan