google-site-verification: google7adaa44f8e64a07b.html

Video Pembelajaran Menganai Sistem Karburator


Video pembelajaran menganai sistem kerja karburator. Sangat cocok sebagai bahan ajar bagi para siswa/siswi SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan

Video Pembelajaran Menganai FGM-FI


Video Pembelajaran mengenai teknologi FGM-FI pada mobil. Sangat cocok sebagai media pembelajaran bagi siswa/i SMK Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.

Cara Mencegah Terjadinya Knocking Pada Mesin Bensin Dan Mesin Diesel

Apabila permbakaran tertunda diperpanjang atau terlalu banyak bahan bakar yang diinjeksikan selama priode pembakaran tertunda, maka banyaknya campuran yang sedang terbakar akan berlebihan. Terlalu lamanya pase kedua ini ( rambatan api ). akan meyebabkan terlalu cepat naiknya tekanan dalam silinder, sehingga akan menimbulkan getaran menimbulkan getaran dan bunyi. Hal inilah yang dimaksud telah terjadi diesel knock  (knocking pada mesin diesel).

Untuk mencegah terjadinya diesel knocking, maka perlu dihindari meningkatnya tekanan secara tiba-tiba dengan adanya terbentuknya campuran yang mudah terbakar saat temperatur rendah. Dengan pembakaran diperpendek atau mengurangi bahan bakar yang diinjeksikan selama pembakaran tertunda.

Berikut ini metode yang bisa digunakan untuk mengatasi terjadinya diesel knocking,
a. Gunakan bahan bakar yang mempunyai nilai cetane yang tinggi
b. Menaikkan temperatur udara dan tekananannya saat mulai injeksi
c. Mengurangi volume injeksi saat mulai menginjeksian bahan bakar
d. Menaikkan temperatur ruang bakar. ( Pada ruang dimana bahan bakar diinjeksikan )

Untuk mengurangi knock diesel, terjadinya pengapian spontanitas yang dibuat lebih awal. ( Dalam mesin bensin sebaiknya untuk mencegah pengapian yang spontanitas ). Perbedaan cara mencegah knock seperti yang tertera pada tabel dibawah ini.

Mencegah terjadinya knocking
Perbandingan antara knocking mesin bensin dan mesin diesel pada dasarnya sama, masing-masing disebabkan naiknya tekanan yang tinggi yang disebabkan terlalu cepatnya bahan bakar terbakar.

Perbandingan knocking mesin bensin dan diesel
Agar lebih jelasnya dalam pemeriksaan disini akan diperlihatkan tipe dari perbedaan knocking seperti yang terlihat pada gambar diatas. Perbedaan utama adalah mesin bensin  knocking terjadi diakhir pembakaran, sebaliknya mesin diesel  terjadi pada saat awal  pembakaran.

Cara Mudah Pembacaan Hasil Pengukuran Mikrometer

Pembacaan hasil pengukuran alat ukur mikrometer berbeda dengan alat-alat ukur yang lainnya. Dimana pada sebagian alat ukur, hasil pembacaan bisa langsung tertera pada alat tersebut, sedangkan hasil pengukuran alat ukur mikrometer, seseorang harus dapat menjumlahkan setiap nilai garis yang tertera pada skala thimble dan outer sleeve. 

Sebelum menggunakan mikrometer, maka anda harus mengkalibrasinya. Untuk mempelajarinya lebih mudah, klik Cara Mudah Mengkalibrasi Mikrometer

Cara Pembacaan hasil pengukuran mikrometer

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, setiap skala mempunyai nilai garis yang berbeda. Untuk memudahkan pembacaannya, saya coba mempermudah bagi anda-anda yang agak merasa kesulitan dalam pembacaan alat tersebut. 

1. Skala Atas 
Skala atas adalah garis atas yang berada pada outer sleeve. Nilai satu garis / satu strip yaitu 1 mm (milimeter). Garis awal pada skala atas outer sleeve berberbeda-beda, tidak harus dimulai dari angka nol. Nilai garis awal tergantung dari jenis pengukuran mikrometer yang digunakan. 
0 - 25 mm   ( garis awal 0 )
25 - 50 mm ( garis awal 25 )
50 - 75 mm ( garis awal 50 )
75 - 100 mm ( garis awal 75 )
dst

2. Skala Bawah 
Skala bawah yaitu garis bawah yang terdapat pada skala outer sleeve. Nilai satu garis / satu strip yaitu 0,5 mm (setengah). Garis ini terletak ditengah-tengah diantara dua skala atas. Pada pembacaan nantinya, nilai skala bawah hanya ada dua kemungkinan, yaitu 0,00 mm dan 0,50 mm. 

3. Skala Thimble
Skala thimble yaitu garis yang terdapat pada skala thimble. Jumlah garis keseluruhan yang ada pada skala thimble sebanyak 50 garis. Nilai 1 garis / 1 strip yaitu 0,01 mm. Hal -hal yang perlu diperhatikan pada skala thimble yaitu : 

a. 1 x putaran penuh thimble = 0,5 mm ( 1/2 dari nilai skala atas )
    * Jika pada awal mula angka 0  thimble satu garis lurus dengan angka  0 "nol" outer sleeve, maka          setelah diputar  1 x putaran penuh, angka 0 skala thimle harus satu garis lurus dengan 0,5 pada            skala bawah   milik angka 0. Lihat gambar dibawah untuk lebih jelas,


Skala bawah pada mikrometer
b. 2 x puratan penuh thimble = 1 mm 
     *Jika pada awal mula angka 0  thimble satu garis lurus dengan angka  0 "nol" outer sleeve, maka          setelah diputar 2 x putaran  penuh, angka 0 skala thimle harus satu garis lurus dengan 1 mm pada        skala atas outer sleeve.

Setelah mengetahui nilai - nilai pada setiap skala, saatnya kita belajar bagaimana cara membaca mikrometer dengan baik dan benar. Berikut ini contoh-contoh pembacaannya, 

Contoh 1 . 

Hasil pembacaan pengukuran diatas 7,65 mm
Seperti yang terlihat pada gambar diatas, bahwa hasil pengukurannya adalah 7,65 mm. Ini didapat dari penjumlahan dari ketiga komponen yang saya jelaskan diatas.

Nilai skala atas           : 7,00  mm
Nilai skala Bawah      : 0,50  mm ----------------> karena 0,5 milik 7 sudah kelihatan
Nilai Skala Thimble   : 0,15  mm  +
                                      7,65  mm

untuk memperjelas hasil pembacaan diatas, berikut gambar lebih rincinya


penjelasan lebih rinci tentang contoh no. 1

Contoh no. 2.

Nilai hasil pengukuran yaitu 5,20 mm
Nilai skala atas           : 5,00  mm
Nilai skala Bawah      : 0,00  mm  -----------------------> Karena 0,5 milik 5 tidak kelihatan
Nilai Skala Thimble   : 0,20  mm  +
                                      5,20 mm


Contoh 3.
Setelah mempelajari contoh 1 dan 2, selanjutnya pada contoh yang ketiga coba anda kerjakan sendiri ya,,


Cara Mudah Mengkalibrasi Alat Ukur Mikrometer

Alat Ukur Mikrometer
Di dalam duna otomotif, alat ukur mikrometer menjadi kebutuhan utama dalam mengukur komponen-komponen yang akan diperbaiki. Apalagi jika anda seorang mekanik, maka ini  adalah menjadi hal yang wajib bagi anda untuk mengetahui bagaimana langkah dasar dalam menggunakan alat ini. 

Sebelum digunakan untuk mengukur, mikrometer hukumnya wajib dikalibrasi. Mengapa demikian ? karena mikrometer termasuk salah satu golongan alat ukur yang mempunyai ketelitian 1/100 ( 0,01mm ). Selain itu, alat ini juga sangat sensitif terhadap benturan dan suhu yang mengharuskan kita harus berhati-hati dalam menggunakannya dan perawatannya. 

Jika kita salah dalam menggunakannya dan tidak dikalibrasi, kemungkinan hasil pengukuran kita tidak akan benar. Dan ini menjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Oleh karenanya perhatikanlah langkah-langkah berikut ini dalam mengkalibrasi alat ukur Mikrometer. 

1. Meletakkan Mikrometer Pada Stand
Meletakkan Mikrometer Pada Stand
Ini dilakukan untuk memudahkan anda melihat dan lebih leluasa dalam meluruskan angka 0 "Nol"
yang nantinya harus anda lakukan memutar thimble dan rachet stopper. Jika anda tidak mempunyai stand khusus mikrometer, maka anda juga bisa menggunakan cara alternatif dengan menggunakan ragum dan sejenisnya. 

2. Membersihkan Mikrometer

Membersihkan ujung Anvil dan Spindel
Dengan menggunakan kain bersih, bersihkanlah semua bagian mikrometer dengan teliti. Terlebih pada ujung bagian anvil dan spindel, karena kedua komponen inilah yang nantinya bersentuhan langsung dengan benda yang akan anda ukur. Oleh karena itu, yakinkanlah bahawa tidak ada benda asing yang menempel pada kedua ujung bagian tersebut. 

Selain itu, jika terdapat karat yang berlebih pada batang thimble, anda bisa membersihkannya dengan cara melumasi bagian ini dan memutar-mutar hingga tidak terasa kesat. Karena jika hal ini terjadi, nantinya anda akan sangat kerepotan saat dilakukannya pengukuran. 

3. Memeriksa  Angka 0 (Nol)

Memeriksa angka Nol pada mikrometer
Setelah anda membersihkan semua bagian pada mikrometer, maka selanjutnya yaitu memeriksa angka 0 (Nol) pada outer sleeve dan thimble. Pada langkah ini yang harus anda lakukan yaitu   memutar rachet stopher hingga ujung anvil dan spindel bersentuhan. 

Dan untuk meyakinkan kekuatan sentuhannya, putar 3 sampai 4 kali lagi racet stoper. Kedua angka 0 "Nol" pada outer sleeve dan thimble harus pada posisi satu garis lurus.  Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :
Posisi Angka "0" yang benar ( tidak memerlukan penyetelan )

Namun jika angka 0 (Nol) pada outer sleeve dan thimble tidak satu garis lurus, maka anda harus meluruskannya. Seperti pada gambar dibawah ini, dimana angka 0 (nol) pada outer sleeve dan thimble tidak pada satu garis lurus.
Posisi angka '0"yang tidak lurus (harus dikalibrasi)
4. Menyetel Angka 0 (Nol)\

Dalam menyetel angka 0 (nol) ada dua hal yang harus anda perhatikan, dimana pada proses ini anda harus benar-benar memutar komponen mikrometer yang dibutuhkan. 

a. Jika kesalahannya lebih kecil dari 0,02 mm
Menyetel angka 0 jika kesalahannya kurang dari 0,02 mm
Jika kesalahannya 0,02 mm atau kurang, maka yang harus dilakukan yaitu kunci spindle dengan memutar lock lamp. Kemudian putar outer sleeve menggunakan kunci penyetel sampai tanda "0" thimble lurus dengan garis,dan priksa kembali angka "0"

b. Jika kesalahannya lebih besar dari 0,02 mm

Menyetel angka 0 jika kesalahannya melebihi 0,02 mm

Jika kesalahannya melebihi 0,02 mm, maka yang harus dilakukan yaitu kunci spindel dengan memutar lock lamp. Kendorkan rachet stopper hingga thimble bebas berputar. Luruskan tanda "0" thimble dengan garis "0" pada outer sleeve. Selanjutnya kencangkan kembali rachet stopper dan periksa kembali tanda "0"

Jenis-jenis Sistem Pemanas Awal Pada Mesin Diesel

Konstruksi mesin Diesel
Perbedaan paling mendasar antara mesin bensin dan mesin Diesel adalah pada sistem pengapiannya. Dimana pada mesin Diesel tidak ada sistem pemantik pengapian, namun menggunakan metode Self Ignition (pembakaran sendiri). Metode ini mengandalkan udara yang dihisap sebagai pembakar bahan bakar pada ruang bakar.

Oleh sebab itu, untuk memaksimalkan pembakaran pada saat kondisi mesin dingin, pada mesin diesel ada penambah pemanas ruang bakar. Adapun jenis pemanas yang ada pada mesin diesel yaitu :

1. Glow Plug ( Busi Pijar )
Busi Pijar Pada Ruang Bakar Mesin Diesel
Busi pijar terbuat dari material Bimetal, mirip seperti bahan pada setrika. Dimana pada saat dialiri oleh arus listrik, maka busi akan memijar akibar batang yang memanas hingga berwarna kemerah-merahan. Hal inilah yang dimanfaat untuk memanasi ruang bakar sementara.

Cara pengoperasiannya dengan cara menekan tombol busi pijar yang ada di ruang kemudi. Dan biasanya digunakan pada awal pagi hari sebagai pemanas mesin. Waktu yang perlukan sekitar 5 sampai 10 menit saja. Jika mesin sudah hidup, maka busi pemanas tidak perlu dihidupkan lagi.


2. Coil Pemanas Udara Masuk

Udara pemanas mesin Diesel
Pada cara yang kedua yaitu dengan menggunakan coil pemanas. Coil pemanas dipasang pada saluran intake manifold ( saluran undara masuk ). Sehingga udara yang terhisap ke ruang bakar suhunya akan naik dan memudahkan pembakaran awal pada saat kondisi mesin masih dingin.

Seperti cara kerja pada jenis yang pertama, pada jenis coil pemanas juga sama yaitu dengan mengoperasikan tombol pada ruang kemudi.

Pengetahuan Dasar Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel

Komponen-komponen sistem bahan bakar

Sistem bahan bakar mesin diesel menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam ruang pembakaran, dimana udara telah dimampatkan ke tekanan tinggi. Hal ini memerlukan perlengkapan khusus yang tidak digunakan di dalam mesin bensin.

Adapun keterangan angka pada gambar diatas adalah :
No.1 Tangki bahan bakar
No.2 Saringan bahan bakar dan sedimenter
No.3 Pumpa injeksi
No.4 Injektor


A. Tangki Bahan Bakar
Tangki bahan bakar 

Fungsi tangki bahan bakar adalah sebagai tempat menyimpan bahan bakar. Jenis material tangki yang digunakan pada mesin diesel biasanya terbuat dari bahan anti karat. Selain itu, pada tangki itu sendiri juga sering terjadi pengembunan akibat dari uap bahan bakar. Oleh karena itu, untuk mejaga kwalitas bahan bakar yang maksimal, maka kita diwajibkan untuk mencuci tangki dalam priode waktu tertentu. Karena jika tidak, maka kemungkinan besar bahan bakar diesel akan bercampur dengan air.


2. Saringan Bahan Bakar dan Sedimenter

Saringan bahan bakar diesel
Keterangan gambar :
1. Priming Pump
2. Saringan
3. Sedimenter

Gambar diatas adalah alat penyaring debu dan air dari bahan bakar untuk melindungi pompa injeksi dan nozzle-nozzle injeksi yang mengandung part-part kecil. Debu dan air harus dibuang dari bahan bakar untuk mencegah agar pompa injeksi tidak tersita atau berkarat, oleh  karena itu pompa injeksi harus selalu dilumasi dengan bahan bakar diesel itu sendiri. Ini menjadi salah satu keuntungan bagi komponen-komponen sistem bahan bakar, yang mana bahan bakar diesel memiliki salah satu sifat sebagai pelumas.

Priming pump berfungsi sebagai pempumpa awal ketika terjadi kekosongan bahan bakar pada pumpa injeksi setelah dilakukannya pembuangan angin dan lain sebagainya. Lain hal nya dengan sedimenter, komponen ini secara khusus  akan memisahkan air dan bahan bakar. Apabila kandungan air sudah terlalu banyak, maka sensor ketinggian air akan memberikan signal lampu yang ada di dasbord. Jika hal ini terjadi, maka kita wajib untuk membuang air yang ada pada sedimenter.

3. Pumpa Injeksi


Pumpa injeksi
Fungsi pumpa injeksi yaitu menginjeksikan (menaikkan ) tekanan bahan bakar yang berasal dari saringan ke injektor. Adapun jenis pumpa injeksi ada 2 macam yaitu :

1. Jenis In Line
2. Jenis Rotari

Dari kedua jenis pumpa injeksi diatas, pumpa injeksi jenis In Line lebih banyak digunakan untuk mesin-mesin diesel yang memerlukan tenaga besar. Karena jenis pumpa ini mempunyai kelebihan, bahwa setiap elemen pumpa melayani setiap 1 silinder. Seperti yang terlihat pada skema dibawah ini,

A. Jenis rotary       B. Jenis In LIne

4. Injektor

Konstruksi mesin diesel
Keterangan no pada gambar :
1. Pegas Tekanan
2. Jarum Nozzle
3. Bodi Nozzle
4. Shim penyetel

Bagian ini menerima bahan bakar bertekanan tinggi dan menginjeksikannya ke dalam ruang pembakaran. Saat tekanan bahan bakar yang dipompakan oleh pompa injeksi menjadi lebih besar dari pada beban pegas tekanan, maka tenaganya mendorong jarum nozzle ke atas.

Hal ini menyebabkan pegas tekanan menjadi mampat dan bahan bakar diinjeksikan ke ruang pembakaran. Tekanan injeksi dapat disetel dengan cara membedakan ketebalan shim penyetel, yang secara efektif mengubah beban pada pegas.

Proses kerja injektor Diesel
Seperi yang terlihat pada gambar proses kerja injektor diatas, bahwa ketika bahan bakar bertekanan tinggi dari pumpa injeksi akan menekan pegas keatas. Hal ini terjadi karena tekanan bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan kekuatan pegas. Sehingga jarum nozle akan terbuka dan bahan bakar keluar dengan berbentuk kabut.  Sedangkan bahan bakar yang tidak sempat keluar melalui jarum nozle akan kembali melalui saluran kembali ke tangki bahan bakar.


Pengetahuan Dasar Mesin Diesel

Konstruksi mesin diesel
Mesin diesel merupakan mesin yang menggunakan bahan bakar diesel (solar ). Mesin diesel membangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan dengan konstruksi mesin yang lebih sederhana dibandingkan dengan mesin bensin.  Efisiensi (keiritan ) bahan bakar mesin diesel juga lebih baik dari pada efisiensi bahan bakar mesin bensin. Sehingga jenis mesin ini banyak digunakan oleh kendaraan-kendaraan besar.

Ada beberapa perbedaraan  antara mesin diesel dan mesin bensin. Selain perbedaan  terhadap jenis bahan bakar yang digunakan, mesin bensin dan mesin diesel  juga menggunakan mekanisme yang berbeda. Diantarnya sebagai berikut :

1. Ruang pembakaran
Mesin diesel tidak dilengkapi dengan sistem pengapian sebagai pemantik terjadinya pembakaran. Akan tetapi, panas yang dibangkitkan selama kompresi menyebabkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya (self ignition). Hal ini berkaibat  rasio kompresi menjadi sangat tinggi.

2. Sistem pemanasan awal
Untuk memudahkan kemampuan start mesin, mesin diesel memiliki sistem pemanasan awal yang menggunakan glow plug (busi pijar) yang berfungsi untuk memanaskan udara hisap.

3. Sistem bahan bakar
Mesin diesel memiliki pompa injeksi dan nozzle injeksi untuk mengijeksikan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran pada tekanan tinggi.

Untuk membangkitkan tenaga penggerak bagi kendaraan, mesin  4-langkah diesel bekerja seperti mesin bensin 4 langkah.

Klik untuk mengetahui Cara Kerja Motor Diesel 4 Langkah

Keterangan Gambar
1. Mesin bensin (dengan katup Throtle)
2. Mesin diesel (tanpa katup throtle)
3. Volume injeksi bahan bakar kecil
4. Volume injeksi bahan bakar besar

Mesin diesel bergantung pada panas dari hasil pemampatan udara hisap yang nantinya terbakar dengan sendirinya yang  menyebabkan pembakaran.  Hal ini yang memerlukan udara yang bervolume besar. Dengan alasan tersebut, mesin diesel  tidak memiliki katup throttle pada intake manifoldnya.

Berbeda dengan mesin bensin yang  mengontrol output tenaganya dengan menggunakan katup throttle pada intake manifold dengan cara  mengatur volume percampuran udara-bahan bakar yang terhisap ke dalam ruang bakar..

Sebaliknya, mesin diesel mengontrol output tenaganya dengan cara mengatur volume injeksi bahan bakar yang akan masuk ke ruang bakar. Hal ini karena mesin diesel  tidak memiliki katup throttle dengan  volume udara hisapnya tetap.

Salah satu contoh cara kerja penyemprotan injeksi mesin diesel pada kehidupan kita sehari-hari yaitu orang yang sedang menyalakan kompos gas. Dimana apabila knop diputar semakin lebar, maka api semakin besar, hal ini terjadi karena volume bahan bakar yang juga semakin besar.

Hal serupa terjadi saat seorang pengemudi menekan pedal akselerator kendaraan bermesin diesel, maka volume bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder naik, sehingga meningkatkan output tenaga mesin.

Perbedaan Campuran Gemuk dan Campuran Kurus Pada sistem Bahan Bakar



Mungkin dalam keseharian kita sering mendengar bahwa, "eh mesin kamu sepertinya terlalu panas ni, coba distel karbunya biar gk terjadi campuran kurus". Atau ada juga " kalau pada saat kita ingin memanaskan mesin di pagi hari, cok katup karbutator harus ditutup, biar terjadi campuran gemuk".

Percakapan diatas adalah sebuah fakta yang sering didengar, tetapi tidak semuanya tahu tentang arti tersebut. Apalagi jika kamu adalah seorang mekanik atau seseorang yang gemar ngotak-ngatik kendaraan mu. Teori memang tidak harus sepenuhnya kamu ketahui, namun jika kamu mengetahui tentang teori ini, kamu akan lebih mudah mendapatkan hasil setingan mesin kamu sesuai dengan yang kamu harapkan.

Teori campuran gemuk dan kurus ini berkaitan erat dengan teori pencampuran udara dan bahan bakar.

Campuran ideal udara dan bahan bakar yang harus terjadi pada motor bakar terbagi menjadi 2 jenis, yaitu satuan berat dan volume,

Dalam satuan berat     ( 15 : 1 )
Dalam Satuan volume ( 9000 : 1 )

Dimana dalam satu liter berat bahan bakar dan udara berbeda,
1 liter udara           = 1,3 gram
1 liter bahan bakar = 780 gram

Apa hubungannya dengan campuran gemuk dan kurus dengan data diatas ? campuran gemuk dan kurus akan kita dapatkan dengan cara membandingkan campuran yang sedang terjadi (actual) dengan campuran ideal.

Rumus :

AIR FUEL RATIO IDEAL  
   AIR FUEL ACTUAL

Kita menggunakan contoh dalam satuan berat
1. A/F actual yaitu 5   : 1
2. A/F actual yaitu 30 : 1
Campuran apakah yang terjadi pada no 1 dan 2 ?

Jawab.
1.  15  :  1  =  3  ( Nilai 3  lebih besar  dari 1, kesimpulannya "campuran gemuk )
     5    :  1

2. 15   :  1  = 0,5 ( Nilai 0,5 lebih kecil dari 1, kesimpulannya 'campuran kurus )
    30   :  1

Catatan : Nilai 1 diambil dari nilai perhitungan Lamda. 

Jika masih bingung dengan angka-angka diatas, maka ada sebuah analogi yang sangat sederhana tentang hal ini.

Nilai standar
- 1 loyang kue jatahnya untuk 15 orang. Kue dipotong-potong menjadi 15 potongan dan dibagikan ke setiap orang 1 potong.

Kejadian pertama
- 1 Loyang kue jatahnya untuk 15 orang. Tetapi yang datang  hanya 5 orang. Maka setiap orang mendapat jatah 3 potong. ( yang seharusnya 1 orang 1 potong, menjadi dapat 3 potong. Melebihi standar, nanti orangnya cepat gemuk )

Kejadian kedua
- 1 Loyang kue jatahnya 15 orang. tetapi yang datang sangat banyak 30 orang. Agar setiap orang dapat jatah semua, maka 1 potong kue dibagi menjadi 2 orang. ( yang seharusnya 1 orang dapat 1 potong, ini malah dapat setangah potong kue. Kurang dari standar makan. Orangnya nanti kurus-kurus semua).

Mungkin itu sedikit pemaparan tentang campuran kurus dan campuran gemuk dengan menggunakan data dan logika sederhana. Semoga bermanfaat.




Campuran Ideal Udara Dan Bahan Bakar Pada Motor Bakar ( Air Fuel Ratio )

Campuran udara dan bahan bakar pada sebuah motor pembakaran dalam sangatlah penting. Karena hal ini akan sangat berdampak pada terjadinya pembakaran di dalam ruang bakar. Oleh karena itu campuran udara dan bahan bakar harus se ideal (seimbang) mungkin.

Ada beragam macam teknik pencampuran bahan bakar pada sebuah motor bakar. Pada kendaraan mobil, di era zaman dulu menggunakan karburator sebagai komponen yang berfungsi mencampur udara dan bahan bakar dengan metode gaya grafitasi yang terjadi didalamnya.

Seperti yang terlihat pada gambar dibawah, prinsip ini sangat mirip dengan semprotan cairan anti nyamuk. Dimana, ketika pipa bagian atas ditiup, maka akan terjadi tekanan yang tinggi pada ujung pipa akibat aliran udara. Hal ini mengakibatkan cairan dibawah akan naik,  karena tekanan dibawah ( bahan bakar ) lebih rendah dibanding pada ujung pipa.


Prinsip Kerja Karburator


Sedangkan pada saat ini, hampir semua teknologi pencampuran bahan bakar dengan udara pada mobil menggunakan EFI (electronic Fuel Injection ) dengan metode electronic, dimana ECU sebagai otaknya akan mengambil data dari sensor-sensor yang terpasangan di beberapa komponen mesin yang nantinya akan  dikonversi menjadi data yang dikirim ke injektor untuk menyemprotkan bahan bakar ke saluran intake manifold.

Prinsip Kerja Mesin EFI

Lain halnya  pada mesin diesel, pencampuran bahan bakar dan udara terjadi di dalam ruang bakar. Dimana injektor akan  menyemprotkan bahan bakar yang berkabut langsung ke ruang bakar. Berkabutnya bahan bakar akibat tekanan tinggi yang dilakukan oleh injektor. Karena pada mesin diesel, yang dihisap pada langkah hisap yaitu udara murni. Berbeda dengan mesin bensin, dimana pada langkah hisap, yang masuk ke dalam ruang bakar yaitu berupa campuran udara dan bahan bakar.

Untuk lebih mengetahui cara kerja mesin diesel, Klik Cara Kerja Motor Diesel 4 Tak

Penampang mesin diesel


Pada teorinya, satuan campuran udara dan bahan bakar terbagi menjadi dua jenis, yaitu berat dan volume. Dimana campuran idealnya adalah : 
Air - Fuel Ratio 
15     : 1    ( Perbandingan Berat )
9000 : 1    ( Perbandingan Volume)

Dimana, berat masing-masing berbeda

1 liter udara           = 1,3 gram
1 liter bahan bakar = 780 gram


Perbandignan udara dan bahan bakar


Untuk mengetahui campuran ideal pada motor bakar yaitu dengan mengukur kadar zat buang dengan menggunakan alat Exhaust Analizer yang dimasukkan ke dalam lubang pipa kenalpot. Nilainya bisa dilihat dari satuan Lamda. Apabila nilai Lamdanya 1, maka campurannya ideal.

Pengertian Listrik Statis Pada Dasar-Dasar Kelistrikan Otomotif

Apabila listrik statis (tidak bergerak) dalam suatu bahan, maka ia disebut listrik statis (statis electricity). Bila sebuah batang kaca digosok dengan kain sutra, maka permukaan batang kaca dan kain sutra akan terisi dengan listrik. Phenomena ini disebut dengan pengisian. pengisian listrik pada batang kaca dan kain sutera tidak bergerak kecuali jika batang dan kian tersebut digerakkan saling mendekat atau dihubungkan dengan bahan penghantar.

Membangkitkan Listrik Statis Pada Batang Kaca

Listrik statis yang dibangkitkan dengan cara ini disebut electricity dan banyaknya listrik yang diisikan  pada bahan tersebut disebut electric change, yang ditunjukkan dengan simbol Q. Satuannya adalah Coloumb dan ditunjukkan dengan simbol C.

! Coloum adalah sama dengan 6,25 x 10 pangkat 18 Electron. Pada dasar kelistrikan step 1 kita akan mempelajari arus listrik yang merupakan perpindahan /gerakan electric change. Berikut ini adalah hubungan antara 1 A mper dengan 1 Coloum.
1 A = 6,25 x 10 pangkat 18 electron/ detik = 1C/det.

Kekuatan listrik statis

BIla dua batang kaca digantungkan dengan benang dan keduanya digosok dengan kain sutra, kemudian keduanya saling didekatkan, maka keduanya akan saling tolak menolak. Dalam hal lain, bila salah satu batang kaca didekatkan dengan kain sutra, maka batang dan kain sutra akan saling tarik menarik.
Kekuatan listrik Statis Pada Sebatang Kaca


Penomena ini membuktikan bahwa gaya tolak akan bekerja antara electic change yang sama (senama) dan gaya tarik akan bekerja pada electic charge yang berlainan (berlawanan). gaya yang bekerja antara eleltric change disebut elektrostatis.

Membaca Kode Warna Kabel Pada Sistem Kelistrikan Kedaraan (Mobil dan Motor)

Kabel (wire) merupakan komponen yang tidak dapat terpisahkan pada kendaraan. Hampir semua kendaraan bermotor menggunakan kabel sebagai komponen utama untuk mengalirkan tegangan listrik ke setiap komponen kelistrikan pada kendaraan. Selain sifatnya yang fleksibel juga karena harganya yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan komponen-komponen konduktor yang lainnya ( seperti emas ).

Sistem kelistrikan pada kendaraan terbagi menjadi dua, yaitu kelistrikan bodi dan kelistrikan mesin. Oleh sebab itu,  pada kendaraan mempunyai banyak komponen-komponen kelistrikan yang berakibat juga pada banyaknya kabel-kabel yang ada di kendaraan tersebut. Bahkan berat total kabel-kabel yang ada di setiap kendaraan bisa mencapai 30 Kg. Dan hal ini akan berakibat buruk pada kendaraan tersebut, yaitu beban kendaraan akan semakin bertambah. Dan hal ini berakibat negatif dalam pemakaian konsumsi bahan bakarnya. Oleh karena itu, salah satu teknologi yang digunakan oleh pabrikan menggunakan teknologi MCS (MultiFlex Comunication System) yang bekerja bedasarkan frekuensi.

Banyaknya kabel yang ada disetiap kendaraan mempunyai ukuran dan warna-wara yang berbeda-beda. Tergantung dari besar kecilnya tegangan yang melewati serta fungsi kabel tersebut. Produsen memberi warna-warna pada setiap kabel mempunyai fungsi yang sangat penting. Hal ini terkait dengan perbaikan yang nantinya akan dilakukan. Warna-warna kabel memberi kemudahan bagi seorang mekanik untuk mengukur, memeriksa dan merangkai kabel dari setiap komponen kelistrikan.

Warna kabel-kabel pada mobil terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu,

1. Kabel 1 (satu) warna
Yaitu kabel yang hanya mempunyai 1 warna.
Kabel 1 (satu) warna
B : Black (hitam)
L : Blue (biru)
R : Red (merah)
P : Pink ( merah muda)
O : Orange (orange)
W :White (putih)
V : Violet (Violet)
Y : Yellow (kuning)
G: Green ( Hijau)
BR : Brown (coklat)

2. Kabel 2 (dua) warna
Yaitu kabel yang mempunyaiu dua warna. Dimana dalam warna tersebut ada warna yang lebih dominan dan warna strip (garis)

Kabel 2 (dua) warna

R-B   : Red - Black (merah strip putih)
W-R  : White - Red ( putih strip merah)
L-W  : Blue - White ( biru strip putih )

Warna yang lebih dominan pada kode diatas adalah warna yang pertama.

Demikianlah kode warna kabel pada setiap kendaraan bermotor. Dengan adanya kode ini, anda akan lebih mudah memperbaiki kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan anda.









Pembagian Panas Yang Terjadi Pada Motor Bakar

Diagram penyebaran panas pada motor bakar


Salah satu fungsi mesin motor bakar pada kendaraan yaitu merubah energi mekanis menjadi enegi panas. Yaitu dengan  adanya pembakaran pada ruang bakar pada mesin itu sendiri. Namun hasil panas yang dihasilkan oleh pembakaran mesin tidak semuanya terserap menjadi tenaga. Panas yang dihasilkan akan terurai ke beberapa komponen mesin. Panas efektif yang dimanfaatkan menjadi tenaga tidak lebih dari 50% benyaknya.

Berikut ini rincian penyebaran panas yang berasal dari hasil pembakaran :

KERJA EFEKTIF
Jumlah kerja efektif diukur pada poros engkol yang besarnya 23-28 % pada motor bensin dan 30-34% pada motor diesel.

PANAS HILANG AKIBAT PENDINGIN 
Mesin harus memberikan panas terus menerus dan untuk mencegah mesin terlalu panas harus didinginkan dengan air dan minyak (oli). Panas  hilang akibat pendinginan yagn diperkirakan 32 - 35 % pada motor bensin dan pada motor diesel akan lebih kecil.

PANAS HILANG AKIBAT GAS BUANG
BIla gas buang didalam silinder berekspansi akibat pembakaran mendorong torak ke TMB dan gas ini tetap masih mengandung panas dan tekanan pada saat gas tersebut di buang.
Kerugian panas akibat gas buang dan panas radiasi berkisar 33-38% pada motor bensin dan sedikit lebih kecil pada nitir diesel.

KERUGIAN MEKANIS
Panas hilang untuk menggerakkan alat-alat tambahan seperti pumpa air, pompa oli, dan kerugian akibat gesekan -gesekan pada piston  katup/valve. Dan kerugian ini berkisar 5-6%.

PUMPING LOSS
Pada saat piston bergerak turun, vacum terjadi dalam silinder untuk memasukkan udara dan hal ini merupakan kerugian. hal seperti ini  terjadi juga pada langkah buang dan kompresi. Kerugian ini disebut pumping loss

Karakteristik Campuran Udara Bahan Bakar Pada Kendaraan

Campuran udara dan bahan bakar pada kendaraan berebeda-beda sesuai dengan kondisi kendaraan tersebut. Untuk memperoleh hasil pembakaran yang baik demi mendapatkan tenaga yang maksimal, maka campuran udara dan bahan bakar ini disesuaikan dengan beban kerja mesin.

Berikut ini beberapa karakteristik campuran bahan bakar yang terjadi pada kendaraan sesuai dengan beban kerja mesin.

1. Pemasan
Pemanasan Mobil
Pada periode pemanasan adalah sejak dari mesin dihidupkan dalam keadaan dingin sampai air pendingin mencapai temperatur kerjanya yang normal yaitu 70 derajat  sampai 80 derajat Celcius. Dalam keadaanmesin  dingin,  bensin tidak dapat menyerap dengan sempurna sehingga campuran menjadi gemuk ( kira-kira 9 sampai 14 : 1 ) dan pembakaran menghasilkan CO (Carbon monoksida ) dan HC (Hidro Carbon) yang banyak.

2. Idling
idling pada mobil
Selama idling, temperatur diruang bakar rendah, dengan demikian bensin belum sempurna menjadi uap, jika tidak dilakukan suplay bensin tambahan agar campuran menjadi gemuk akan menyebabkan pembakaran tidak stabil.


Umumnya, dalam hal ini extra tambahan bensin menyebabkan perbandingan bahan bakar – udara akan menjadi kaya (kira-kira 13-14 :1), Konsentrasi CO dan HC  kemudian akan menigkat disebabkan pembakaran yang tidak selesai, sedang konsentrasi NOx berkurang sampai Nol disebabkan menurunnya suhu pembakaran.


3. Saat Kendaraan Berjalan
Saat kendaraan pada posisi berjalan sedang
Pada putaran rendah, perbandingan bahan bakar udara berbeda dengan perbandingan pada kecepatan tinggi, konsentrasi pollutant (bahan pengotor) juga berbeda tergantung dari kecepatan.

Kecepatan Rendah & Sedang ( yang bekerja hanya premary)
Pada kecepatan rendah dan sedang, perbandingan ekonomis udara bahan bakar sedikit lebih kurus dari pada perbandingan udara bahan bakar teoritis.Setiap mesin terdapat perbedaan tetapi pada umumnya ialah sekitar 14 sampai 16 : 1.
Saat kendaraan pada posisi berjalan kecepatan tinggi

Kecepatan Tinggi (bekerjanya sistem secondary)
Bila kendaraan mencapai kecepatan lebih dari 100 km/jam, mesin menghasilkan output tinggi dan perbandingan udara bahan bakar menjadi gemuk yaitu antara 13 sampai 14 : 1.
Konsentrasi CO dan HC naik seperti pada grafik sebelumnya, tetapi NOx tidak berkurang dikarenakan bertambahnya temperatur sekalipun pada campuran gemuk.
 

4. Percepatan

Saat percepatan


Bila pedal gas ditekan, throttle valve terbuka lebar, sehingga udara yang terhisap ke intake manifold akan bertambah, supply bahan bakar juga akan bertambah, dengan demikian campuran udara bahan bakar menjadi gemuk (8:1) dan konsentrasi CO dan HC bertambah, selanjutnya karena kecepatan mesin naik, maka kecepatan pembakaran juga meningkat, menyebabkan temperatur pembakaran dan konsentrasi NOx meningkat.

5. Perlambatan
Saat perlambatan
Selama engine brake, throttle valve tiba-tiba menutup rapat tetapi kecepatan mesin tinggi dan vakum didalam ruang bakar dan intake manifold menjadi kuat, kevakuman ini menurunkan kecepatan rambatan api, dan menyebabkan api padam sebelum merambat keseluruh ruang bakar, keadaan ini menghasilkan gas HC yang belum terbakar terbuang keluar. Disamping itu kevakuman yang kuat menyebabkan bahan bakar yang menempel pada dinding manifold menyerap denga cepat dan membuat  campuran menjadi terlalu gemuk, ini akan meningkatkan konsentrasi CO dan HC, tetapi juga memperendah suhu pembakaran, yang menurunkan konsentrasi NOx sampai hampir Nol.

6. Beban Berat
Saat beban berat

Bila kendaraan dalam keadaan mendaki, mesin menerima beban berat, throtlle valve terbuka sepenuhnya dan campuran menjadi gemuk sekali yaitu antara 11 sampai 13 : 1, dan konsentrasi CO dan HC menjadi tinggi, sedangkan konsentrasi NOx turun.

Apa Perbedaan Speedometer, Odometer dan RPM Pada Mobil ?

Add caption

Dalam berkendara kita harus mengutamakan faktor keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Untuk memperoleh kedua hal tersebut, selain diperoleh oleh teknologi mobil yang semakin canggih juga dipengaruhi faktor cara berkemudi yang baik dan benar.

Faktor teknologi kendaraan bisa kita dapatkan dari mobil-mobil dengan harga yang cukup mahal yang dipenuhi oleh beragam alat keselamatan dan kenyamanan yang tertanam pada kendaraan tersebut. Namun faktor cara berkemudi yang baik, tidak semudah seperti kita membeli mobil dengan harga yang selangit, karena faktor ini hanya bisa didapat oleh para pengendara dengan memperhatikan sistem-sistem yang bekerja pada kendaraan. Seperti putaran mesin, kecepatan mesin dan sudah berapa jauh jarak kendaraan yang sudah di tempuh. Dan ini semuanya akan berhubungan dengan Speedometer, Odometer dan RPM pada kendaraan.

1. Speedometer

alat ukur kecepatan kendaraan
Speedometer
Fungsi speedometer yaitu mengukur kecepatan ( dari kata Speed ) kedaraan pada kondisi berjalan. Maksudnya, jarum speedometer ini akan bergerak jika kendaraan berjalan. Jika kendaraan diam, maka jarum tidak bergerak. Di indonesia, satuan yang digunakan pada speedometer yaitu Km/J Kilometer per jam (hour).

Sebagai contoh, Jika kita mengendarai kendaraan dengan kecepatan 30 Km/J maka dalam waktu 1 jam kita akan menempuh jarak 30 Km.  Dibeberapa kendaraan, pada ujung kecepatan speedometer  (limit) terdapat garis merah yang mengartikan bahwa apabila mobil dikendarai pada kecepatan tersebut mobil akan sangat berbahaya.


2. Odometer

jarak tempuh kendaraan
Odometer


Fungsi Odometer adalah untuk mengetahui seberapa jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan dari awal hingga saat ini.  Pada gambar diatas tertera angka 40404, itu artinya kendaraan ini sudah menempuh jarak sebesar 40.404 KM.

Odometer ini juga fungsinya sebagai acuan utama saat kapan kendaraan harus diservice ke bengkel. Sebagai contoh, kendaraan A diservice setiap 5000 KM. Maka jika kita melihat odometer diatas, mobil harus diservice jika odometer sudah menunjukan angka 45.404 KM.

Dan bagi anda-anda yang ingin membeli mobil bekas (second) maka angka pada odometer juga bisa sebagai pertimbangan apakah mobil tersebut menempuh jarak pendek atau bahkan sudah menempuh jarak yang terlalu jauh ( mobil sudah capek ).

3. RPM (Round Per Minutes )

Kecepatan mesin
RPM 

RPM (Round Per Minutes) adalah alat yang mengukur putaran mesin. Namanya juga mengukur putaran mesin, maka alat ini akan bergerak walaupun kendaraan tidak jalan (dalam kondisi mesin hidup). RPM bisa sebagai acuan untuk menentukan seberapa besar tenaga mesin yang ingin kamu dapatkan pada kendaraan mu. Data tenaga  terbesar biasanya sudah tertera pada buku manual mobil.

Data performa mobil avanza
Pada data diatas tertera Tenaga maksimun 104 dk (daya kuda )/6000 Rpm.
Maksudnya, mobil avanza bisa mengeluarkan tenaga sebesar 104 daya kuda pada 6.000 RPM. Caranya bagaimana ? yaitu  mobil pada posisi  melaju,  teransmisi pada posisi gigi 1 (satu), dan pedal gas diinjak hingga posisi jarum RPM pada angka 6.000 (dalam kondisi tetap). Maka tenaga mobil tersebut sebesar 104 dk.

Sedangkan Torsi Maksimum 136 Nm (Newton meter) / 4.200 RPM.
Apa itu torsi ? Torsi yaitu puratan awal roda pada kendaraan yang didapat dari putaran transmisi dan difrential. Torsi ini ibarat tenaga awal yang dikeluarkan oleh kendaraan sebelum kendaraan melaju.
Caranya bagaimana ? Dengan cara teransmisi pada posisi gigi 1 (satu), pedal kopling ditahan penuh dan gas diinjak hingga posisi RPM 4.200. Nah selanjutnya, lepas pedal kopling secara menyeluruh, maka mobil akan bergerak  awal  dengan moment puntir roda  sebesar 136 Nm.